PENGARUH TERAPI CERMIN TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK AKIBAT STROKE DI RUANG PERAWATAN INTERNA RSUD dr. T.C.HILLERS MAUMERE

Rofina laus, Agustina Sisilia Wati Dua Wida, Regina Ona Adesta

Abstract


Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada masalah kesehatan otak di seluruh indonesia, demikian juga halnya di kabupaten Sikka. Berdasarkan data di RSUD dr.T.C.Hillers Maumere pada periode Januari sampai dengan April 2018 tercatat 118 kasus. Selain menyebabkan kematian stroke juga menyebabkan kecacatan fisik oleh adanya kelemahan sisi sebelah tubuh atau hemiparesis, yang menyebabkan pasien tidak mampu menolong dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi cermin terhadap kekuatan otot pada pasien dengan gangguan mobilitas fisik akibat stroke yang dirawat di ruang perawatan interna RSUD dr.T.C.Hillers Maumere.
Penelitian ini merupakan penelitian intervensi komparatif. Besar sampel dalam penelitian sebanyak 10 responden dalam kelompok intervensi terapi cermin dan 10 responden dalam kelompok kontrol tanpa cermin. Uji hasil dilakukan dengan Mann-Withney test dan Wilcoxon test, dengan α sebesar 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi cermin lebih efektif dalam meningkatkan kekuatn otot dengan nilai p=0,005, namun tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok intervensi dengan kelompok kontrol yang memiliki nilai p=0,011. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terapi cermin mampu mengaktivasi sel-sel cermin di lobus otak secara lebih maksimal.
Saran bagi instansi terkait adalah kiranya terapi cermin dapat dijadikan salah satu pilihan terapi rehabilitasi bagi pasien post stroke. Diharapkan dengan mengetahui pengaruh terapi cermin dan terapi ROM sesuai standar operasional prosedur yang berlaku, maka akan diketahui manakah yang lebih berpengaruh pada kekuatan otot pasien post stroke. Hal ini dapat menjadi masukkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan selanjutnya.

Kata kunci : Terapi cermin, kekuatan otot, dan stroke

Full Text:

PDF

References


Agusman M, F., & Kusgiarti, E. (2017, Juni). Pengaruh Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik Di RSUD Kota Semarang. Jurnal SMART Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang .

Dharma, K. (2015). Metode Penelitian Keperawatan. Jakarta: Buku Kesehatan.

Mesiano, T. (2017). World Stroke Day 2017. What,s Your reason for preventing stroke?

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis. Jakarta: Salemba Medika.

Pratiwi, A. (2017). PROSEDUR MIRROR THERAPY PADA PASIEN STROKE. Seminar Nasional Keperawatan 2017.

Sari, M. W., Vitriana, & Prabowo, T. (2013, Desember). Perbandingan Latihan Bilateral Movement Menggunakaan Cermin Refleksif dengan Cermin Non Refleksif Terhadap Motor Performance dan Kemampuan FungsionaAnggota Gerak Atas Pada Pasien Stroke Kronis. volum 63, Nomor 12, hal. 611.

Sari, M. W., Vitriana, & Prabowo, T. (2013, Desember 12). Perbandingan Latihan Bilateral Movement Menggunakan Cermin Refleksif dengan Cermin Non Refleksif Terhadap Motor Performance dan Kemampuan Fungsional Anggota Gerak Atas pada Pasien Stroke Kronik. Vol.63, Nomor 12.

Sengkey, L. S., & Pandeiroth, P. (2014). MIRROR THERAPY IN STROKE REHABILITATION. jurnal BIOMEDIK , Vol 6, No 2.

Smeltzer, S. C. (2010). Keperawatan Medika - Bedah Brunner& Suddarth (edisi 12 ed.). (S. &. Devi Yulianti, Penerj.) Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.